Bupati Aceh Barat Imbau Warga tak Beli Anggur Impor, Ini Alasannya

by

Reporter: Agus Stoner

HARIAN REPUBLIK.COM, ACEH BARAT – Bupati Aceh Barat H Ramli MS mengimbau kepada seluruh masyarakat di kabupaten ini, untuk sementara tidak membeli atau mengonsumsi buah anggur impor yang kini marak dijual di pinggir jalan, oleh sejumlah pedaganhg di kabupaten tersebut dengan harga jual murah.

Pasalnya, pemerintah daerah setempat kini sudah memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan sampel dan uji laboratorium, guna memastikan apakah buah anggur asal Tiongkok tersebut aman dikonsumsi atau pun tidak.

“Kita harapkan kepada masyarakat, sebelum keluar hasil uji laboratorium, untuk sementara tidak membeli atau mengkonsumsi buah anggur yang dijual secara murah tersebut,” kata Bupati Aceh Barat H Ramli MS kepada Harian Republik.com, Jumat (24/8/2018) siang di Meulaboh.

Hal ini dimaksudkan supaya masyarakat dapat terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan, jika nantinya buah-buahan tersebut tidak aman dikonsumsi.

Selama ini, pemerintah daerah juga sudah mendapatkan keluhan dan laporan dari masyarakat yang meminta Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan, guna memastikan buah-buahan tersebut memang aman dikonsumsi atau pun tidak.

Apabila nantinya hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinas Kesehatan mendapatkan hasil bahwa buah-buahan tersebut tidak aman dikonsumsi, maka Pemkab Aceh Barat akan melarang penjualan buah-buahan ini, supaya tak lagi dijual kepada masyarakat.

Ia beralasan, imbauan ini dimaksudkan supaya masyarakat yang ingin membeli buah-buahan segar, bisa mendapatkan buah segar yang layak konsumsi serta terhindar dari berbagaimacam penyakit.

“Silahkan beli buah-buahan untuk kesehatan, asalkan buah tersebut memenuhi syarat untuk dikonsumsi dan menyehatkan masyarakat,” tutupnya.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, sejumlah warga di Kota Meulaboh, Aceh Barat mengaku resah dengan banyaknya pedagang yang menjual buah-buahan jenis Anggur dan Pear dengan harga murah, dan tersebar di hampir setiap ruas jalan protokol di wilayah itu.

Pasalnya, buah-buahan tersebut merupakan buah yang diimpor dari luar negeri dan dijual dengan bebas oleh pedagang dalam jumlah besar dengan harga Rp 40 ribu/kilogramnya.

Sedangkan buah pear dijual Rp 24 ribu/kilogram sehingga memicu konsumen untuk membelinya.

Pantauan Harian Republik.com sejak sepekan terakhir di Meulaboh, buah-buahan tersebut ditempatkan dipinggir jalan dan diatas terik panas matahari. Namun tetap saja ada warga yang membelinya.

Sejumlah warga yang mengaku resah dengan buah tersebut berharap pihak terkait segera mengambil tindakan atau melakukan pemeriksaan, apakah buah-buahan tersebut aman dikonsumsi atau pun tidak.

“Kami berharap Dinas Pertanian dan Kesehatan Aceh Barat segera melakukan pemeriksaan terhadap buah tersebut, sebelum ada warga yang jatuh sakit,” kata Rina, seorang ibu rumah tangga warga Meulaboh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *