Angkatan Udara mengusir pesawat militer asing dari Natuna wilayah udara

  • Whatsapp

Kunjungan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk perairan Natuna pada tanggal 23 Juni belum menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak akan pernah mentolerir gangguan apapun ke wilayahnya karena pesawat militer asing, Hercules C 130, masih berani terbang di Natuna wilayah udara di Sabtu.

Dua F-16 pesawat militer Indonesia dari Angkatan Udara harus mengejar pesawat asing jauh dari wilayah udara Natuna.

Komandan Ranai Air Base Kolonel Nurtantio Affan mengatakan thejakartapost.com pada hari Minggu bahwa komandonya telah mendapat perintah dari Jakarta untuk segera mengusir pesawat asing yang memasuki wilayah Indonesia secara ilegal.

“Kami tidak berhasil mendeteksi apa negara pesawat itu berasal, tapi kami telah mengirim itu pergi ke utara Pulau Natuna,” kata Nurtantio, menambahkan bahwa pesawat Indonesia telah mencoba untuk berkomunikasi dengan pesawat asing, tetapi pesawat asing melakukan tidak merespon.

Mengutip sumber dari majalah Angkasa, tribunnews.com melaporkan bahwa pesawat itu pesawat Malaysia yang diterbangkan dari Subang, Malaysia.

F-16 Indonesia yang bertugas untuk mengusir pesawat asing dipiloti Komandan Skadron Udara Letnan Kolonel Nur Alimi dan Pertama. Letnan Kolonel Nehemia Anang. Mereka terbang F-16 TS-1608 dan pesawat TS-1610.

Mereka mulai terbang pada 10:56 waktu setempat dan mendeteksi pesawat asing di 11:04

Nurtantio mengatakan bahwa sejak Januari, Angkatan Udara Indonesia telah ditingkatkan mutunya status Ranai Air Base dari Tipe C ke B dan komandan juga ditingkatkan dari seorang letnan kolonel menjadi kolonel. “Saat ini, kami memiliki 4-6 pesawat siaga. Kita bisa meminta pesawat tambahan dari skuadron lain jika mereka dibutuhkan, “tambahnya

Rate this post
Baca Juga :   Hasil Lengkap Pilpres 2014 Jokowi Unggul 53,15%

Related posts