Bilateral RI-Turkey Semakin Kuat

  • Whatsapp

Hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki telah diperkuat sejumlah sektor di masa lalu, termasuk di bidang pendidikan, budaya, perdagangan, investasi dan pariwisata.

Duta besar Turkey untuk Indonesia, Zekeriya Akcam, mengatakan bahwa hubungan kemitraan diharapkan dapat terus berkembang dan dapat diperluas untuk kemajuan kedua negara yang mayoritas Muslim.

“Tahun ini kami telah memberikan lebih dari 400 beasiswa mahasiswa Indonesia untuk belajar di Turki. Kami berharap bahwa kemitraan positif kita akan terus tumbuh, “kata Akcam pada hari Rabu di pidato pembukaan dalam perayaan menandai ulang tahun ke 91 dari proklamasi Republik Turki di Jakarta.

Perayaan ini dihadiri oleh dua menteri Kabinet yang baru dilantik, yaitu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Menteri Yohana Susana Yembise dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri Luar Negeri Indonesia Alwi Shihab juga menghadiri acara tersebut.

Perdagangan antara Indonesia dan Turki mencapai US $ 2,8 miliar pada 2013, naik dari $ 1,6 miliar pada 2012 dan US $ 1,3 miliar pada 2010, menurut data yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan Indonesia.

Sementara itu, perdagangan antara Turki dan Indonesia mencapai US $ 1,6 milyar antara Januari dan Juli tahun ini.

Pada bulan Agustus, Indonesia ditayangkan rencana untuk mendirikan sebuah perjanjian perdagangan preferensial (PTA) dengan Turki, yang bertujuan untuk meningkatkan pengiriman komoditas dan meningkatkan ekspor ke $ 2000000000 dalam waktu dekat.

Mantan menteri perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Indonesia dianggap Turki mitra strategis karena bisa bertindak sebagai titik masuk ke pasar Eropa.

Saat ini, minyak sawit merupakan ekspor utama Indonesia ke Turki.
Turki dan Indonesia menjalin hubungan diplomatik pada tahun 1950, dengan kedutaan Turki di pembukaan Jakarta pada tanggal 10 April 1957.

Baca Juga :   Jelang Piala AFF 2014 di Vietnam

Kedua negara adalah anggota penuh dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Kelompok D-8 Negara Berkembang (D-8) dan G20 ekonomi utama. (alz)

Rate this post

Related posts