Ekonomi Digital Diharapkan Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru

  • Whatsapp

Ekonomi Digital Diharapkan Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru

 

Ekonomi digital berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru karena masifnya penyebaran teknologi digital yang mengubah banyak aspek kehidupan masyarakat, kata Kepala Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Kamis.

Contoh penting dari perubahan mendasar dalam praktik bisnis yang dibawa oleh digitalisasi adalah memungkinkan transaksi keuangan yang lebih cepat dan efisien, menghasilkan sirkulasi uang yang lebih cepat daripada sebelumnya, katanya.

“Pemerintah mendorong pemanfaatan sumber pertumbuhan baru untuk mendukung transformasi ekonomi ini. Percepatan ekonomi digital menjadi strategi utama kami untuk mentransformasi perekonomian dan mempercepat pemulihan ekonomi pasca-Covid-19,” kata Airlangga dalam webinar yang diselenggarakan oleh Majalah Investor, sister publishing Jakarta Globe.

Indonesia membuat kemajuan dalam inklusi keuangan, dengan 55,7 persen orang dewasa di daerah pedesaan memiliki rekening bank, katanya tanpa merinci.

Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk meningkatkan jumlah orang yang memiliki rekening, termasuk keputusan untuk menyalurkan bantuan keuangan terkait pandemi melalui rekening bank saja.

Tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa Indonesia adalah pemain utama dalam digitalisasi global.

“Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital pada tahun 2030 untuk berkontribusi Rp 4.434 triliun terhadap PDB kita atau 16 persen dari perkiraan PDB pada tahun 2030,” kata Airlangga.

Menurut perkiraan, Indonesia memiliki 202 juta pengguna internet yang menyumbang $70 miliar untuk ekonomi digital negara itu tahun lalu.

Arsjad Rasjid, ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, mengatakan bulan lalu nilai ekonomi digital negara ini diperkirakan mencapai $ 146 miliar pada tahun 2025.

Indonesia memiliki lebih dari 2.300 startup teknologi termasuk 12 dengan status Unicorn — sebuah startup dengan nilai lebih dari $1 miliar.

Baca Juga :   Angka kemiskinan di Indonesia merangkak naik

Startup teknologi keuangan yang tumbuh di dalam negeri Julo mengatakan kepada webinar bahwa mereka telah menyalurkan lebih dari Rp 5 triliun kredit kepada sekitar 1 juta pelanggan Indonesia sejak perusahaan itu didirikan pada tahun 2016.

Co-founder Julo Adrianus Hitijahubessy mengatakan layanan perusahaan dapat diakses di 34 provinsi, menawarkan pinjaman skala kecil hingga Rp 20 juta per transaksi.

“Kucuran kredit meningkat empat kali lipat selama era pandemi pada 2020-21,” kata Julo.

Aplikasi ini juga menawarkan platform pembayaran digital untuk membantu pelanggan membayar utilitas dan asuransi kesehatan dan membeli paket internet, katanya.

“Julo adalah perusahaan teknologi karena semua yang kami lakukan berbasis teknologi, termasuk sistem mitigasi risiko kami untuk mengevaluasi risiko kredit dari setiap peminjam,” katanya.

Rate this post

Related posts