Ikon pluralisme Franz Magnis-Suseno diberikan Penghargaan Roosseno

  • Whatsapp

Ikon pluralisme Franz Magnis-Suseno, yang juga seorang budayawan, telah memenangkan 2015 Roosseno Award untuk perannya dalam memberikan inspirasi di bidang humanisme demi kemakmuran material dan spiritual rakyat Indonesia.

“Pada tahun 2014, Roosseno Award diberikan kepada Prof. Habibie untuk keahliannya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sekarang penghargaan yang sama telah disampaikan kepada Prof. Franz Magnis-Suseno untuk perannya di bidang sosial budaya dan humanisme atau untuk mengakui nya keahlian di bidang filsafat dan etika Jawa, “kata Presiden Direktur Oktroi Roosseno Biro Toeti Heraty Roosseno N. di Jakarta, Minggu.

2015 Roosseno Penghargaan ini diberikan kepada Franz Magnis, yang merupakan imam Katolik, di Jakarta, Sabtu malam. Penghargaan tersebut diberikan kepada sarjana berdasarkan penilaian oleh tim yang terdiri dari Ahmad intelektual Muslim Syafi’i Maarif, Universitas Indonesia (UI) sosiolog Tamrin Amal Tomagola, analis politik Universitas Paramadina Yudi Latif dan feminis dan astronom Karlina Supelli, yang juga filsuf dan dosen di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

“Ada banyak kesamaan antara Franz Magnis dan Roosseno. Mereka berdua mencintai perjalanan dengan sepeda motor dan berasal dari keluarga yang terpisah akibat perang, “kata Toeti.

Roosseno Soerjohadikoesoma secara luas dikenal sebagai bapak diperkuat sistem konstruksi beton di Indonesia. Roosseno adalah menteri pekerjaan umum tahun 1953 di Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Ahmad Syafi’i mengatakan hal itu mungkin bahwa komitmen Franz Magnis ‘ke Indonesia bisa melampaui pengabdian rata orang Indonesia ke negara mereka.

“Prof. Magnis tidak hanya menguasai Marxisme melalui Karl Marx ‘karya populer’ Das Kapital ‘, yang pernah mengejutkan dunia kapitalis, tetapi juga belajar budaya Jawa, yang’ cool dan tenang ‘, dan itu telah menjadi fokus penelitian sejak ia pindah ke Indonesia, “katanya.

Baca Juga :   Airbus Tawarkan A400M dan Eurofighters di Indonesia

Franz Magnis dilahirkan dalam sebuah keluarga aristokrat Jerman dan diberi nama Franz Graf von Magnis sebelum ia menjadi warga negara Indonesia.

“Saya tidak berpikir saya termasuk dalam kategori orang yang pantas menerima penghargaan ini. Saya tersentuh untuk menerima kepercayaan ini, “kata filsuf, yang pekan lalu menerima Bintang Mahaputra Medal dari Presiden Joko” Jokowi “Widodo

Rate this post

Related posts