Indonesia Memperkenalkan Drone Jarak Menengah Pertama untuk Mengatasi Terorisme, Kebakaran Hutan

  • Whatsapp

PT Dirgantara Indonesia, perusahaan dirgantara milik negara Indonesia, memperkenalkan dua prototipe kendaraan udara tak berawak (MALE UAV) berkekuatan tinggi yang tahan lama dengan ketinggian menengah yang dirancang untuk keperluan sipil dan militer.

Drone akan membantu pemerintah menangkal ancaman teritorial dari kepulauan dan mengawasi potensi ancaman termasuk penyelundupan, terorisme dan pencurian sumber daya alam, perusahaan mengklaim.

“Penerbangan pertamanya ditargetkan akan dilakukan tahun depan. Sampai sekarang, kami masih menjalani proses pengembangan manufaktur,” kata presiden direktur Dirgantara Elfien Goentoro di Rotary Wing Hangar perusahaan di Bandung, Jawa Barat.

MALE UAV membutuhkan landasan pacu 700 meter untuk lepas landas dan mendarat. Ia mampu melaju hingga 20.000 kaki dengan kecepatan tertinggi 235 kilometer per jam. Itu juga bisa tetap di udara hingga 30 jam.

Dalam perkembangannya, pesawat akan dipersenjatai dengan rudal juga, katanya.

Dirgantara, yang juga memproduksi pesawat baling-baling kecil, sedang mengembangkan dua prototipe untuk uji terbang dan struktural di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, atau BPPT, dengan tujuan untuk mendapatkan sertifikasi pada tahun 2024.

Versi militer drone akan memerlukan sertifikasi terpisah dari Kementerian Pertahanan, yang diharapkan pada akhir 2021.

MALE UAV juga bertujuan untuk mengatasi masalah kebakaran hutan tahunan melalui pengawasan hutan dan lahan.

“Kebakaran hutan terjadi setiap tahun dan mereka membutuhkan pengawasan terus-menerus terhadap awan, iklim, titik panas, dan ketinggian air lahan gambut,” kata kepala BPPT Hammam Riza.

Radar aperture sintetisnya, atau SAR, dapat mendeteksi kadar air hingga 30 cm di bawah permukaan. Tanah yang terdeteksi membutuhkan kelembaban kemudian dapat disiram untuk mencegah kebakaran hutan dan hotspot, kata Hammam

5/5 - (1 vote)
Baca Juga :   Grab meluncurkan layanan e-scooter sebagai alternatif mobilitas di BSD City

Related posts