Indonesia memulai patroli laut bersama dengan Malaysia, Filipina

  • Whatsapp

Indonesia, Malaysia dan Filipina, Senin menandatangani dokumen pada prosedur operasi standar (SOP) untuk kerjasama maritim trilateral, menandai awal resmi terkoordinasi patroli laut gabungan untuk mengamankan perairan regional.

Penandatanganan framework adalah hasil dari pertemuan dua hari para menteri pertahanan trilateral yang diselenggarakan di Bali mulai 1 Agustus hingga 2, di mana para menteri membahas tindak lanjut dari deklarasi bersama tentang keamanan maritim yang dibuat di Yogyakarta pada bulan Mei.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan pentingnya pelaksanaan langsung dari patroli laut bersama dengan rekan-rekan, terutama untuk mengatasi pembajakan dan kejahatan transnasional seperti terorisme, perdagangan manusia dan penyelundupan narkoba.

“Kerja sama ini akan menjadi sangat penting untuk mengatasi tantangan keamanan di wilayah laut perbatasan negara, yang telah penuh dengan ancaman dalam beberapa bulan terakhir,” kata Ryamizard dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Departemen Pertahanan pada hari Selasa.

Pada kesempatan itu, Ryamizard menyarankan bahwa Malaysia Hishammudin Hussein dan Filipina Delfin Lorenzana melakukan bersama angkatan laut dan tentara latihan, termasuk mendirikan pos militer untuk mengintensifkan koordinasi serta berbagi intelijen.

Para pejabat dibahas mengerahkan personel keamanan untuk menjaga kapal komersial melewati perairan Sulu di Filipina, termasuk sistem untuk memungkinkan kapal angkatan laut untuk memasuki wilayah lain negara. Mereka juga merenungkan upaya bersama untuk menjamin pembebasan pelaut Indonesia dan Malaysia disandera oleh kelompok-kelompok sempalan Abu Sayyaf di Filipina.

Dorongan untuk patroli bersama datang pada tumit penculikan tiga pelaut Indonesia di perairan Sabah Malaysia pada awal Juli, kurang dari sebulan setelah penculikan tujuh awak Indonesia oleh militan Filipina di perairan Filipina selatan. Insiden Juli menandai penculikan keempat dari jenisnya tahun ini

Rate this post
Baca Juga :   Jusuf Kalla: Indonesia Berhenti Mengirim Pekerja Wanita di Luar Negeri

Related posts