Kebakaran Rumah Kost Renggut 8 Nyawa di Surabaya

  • Whatsapp

Sebuah rumah kost yang terletak di Jln Kebalen Kulon 2 no 9 Surabaya terbakar hebat kemarin siang.

Saat itu,sekitar pukul 14.00 WIB banyak penghuni kost di lantai 1 yang berteriak – teriak ada kebakaran. Mendengar hal tersebut, Warga berhamburan dan bergotong rotong memadamkan api bersama – sama. Mereka menggunakan ember dengan air yang diambil dari beberapa sumur warga disekitar rumah kost.

Semula, kebakaran ini diduga karena korsleting listrik. Namun, menurut penyelidikan, kebakaran berasal dari api kompor. Menurut, Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya, Chandra Oratmangun, Api berasal dari kompor yang terbakar. Api ini kemudian mengenai bangunan semi permanen dari triplek yang berada disebelahnya. Setelah itu, apipun merambat ke mobil di garasi sebelah dan bagian rumah lainnya.

Chandra menyebut, Kebakaran terjadi karena penghuni lantai 1 ini, yang juga menjadi korban lupa mematikan kompor saat menidurkan anak balitanya. Saat mengetahui terjadi kebakaran, korban lari ke lantai 2. Kemungkinan di lantai 1 kamar sudah terbakar dan beberapa kendaraan juga sudah terbakar. Karena itulah korban panik dan naik keatas untuk menyelamatkan diri.

Dahulu, bangunan kost ini adalah studio musik dengan bangunan permanen. Tetapi terdapat bangunan dari tripleks di dalam bangunan ini. Inilah yang menyebabkan rumah menjadi mudah terbakar.

Chandra juga menganalisa, Ibu tadi beserta anaknya masuk ke kamar no 6 untuk menyelamatkan diri. Selain itu, ada beberapa penghuni kost lain yang ikut masuk kamar no 6. Saat asap masuk kamar nomer 6 ini, mereka yang berjumlah 8 orang ini diduga pingsan.

Akibatnya, ketika plafon rumah itu sudah runtuh, mereka tertimpa dan tidak mampu menyelamatkan diri dari api.

Untuk penghuni lantai 2, ada 3 yang berhasil selamat. Ada 4 korban selamat setelah melompat dari jendela berukuran 40 x 60 cm. Salah satu korban selamat adalah seorang ibu hamil dan seorang lagi adalah anak – anak yang dilempar ketumpukan karung berisi botol air mineral kosong oleh Ibunya.

Baca Juga :   Inspirator Pengusaha Indonesia Telah Berpulang

Menurut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, terdapat 8 korban meninggal dalam peristiwa ini. 3 korban adalah anak Рanak dan salah satunya adalah seorang balita.

Terkait kebakaran tersebut, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku akan menindak tegas pemilik kost.

“Saya akan ambil tindakan, nanti kita lihat, karena tidak bisa kos tidak bertanggungjawab seperti itu. Saya tidak mau lagi,” tegas Risma hari ini, Rabu (30/5/2018).

Namun, Risma sendiri belum menyatakan bentuk tindakan yang akan diambilnya. Menurutnya, hal ini sudah dirapatkan.

Selanjutnya, Risma juga menyatakan bahwa ia sering memberikan edaran melalui RT dan RW terkait pencegahan kebakaran di musim kemarau ini.

Rate this post

Related posts