Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Irjen Pol Budi Waseso

  • Whatsapp

Jenderal Budi Waseso, 52 tahun baru diangkat menjadi Kepala Divisi Komisaris Polisi detektif Nasional. Beliau menghabiskan sebagian besar karirnya di divisi intelijen polisi dan sebagai pengawas internal yang sebelum kenaikannya ke peringkat bintang satu umum.

Sebagai seorang perwira intelijen, Budi pernah ditempatkan di Malaysia sebagai penghubung intelijen polisi di Divisi tindakan kontraterorisme,bertugas menangkap para pelaku bom Bali.

Pada tahun 2005, Budi ditugaskan ke divisi internal dan pengawasan di daerah-daerah.Beliau menjabat Kepala Divisi Inspektur dibawah Jenderal Budi Gunawan pada tahun 2010. Jenderal Budi Gunawan baru-baru menjadi tersangka oleh KPK,yang sejatinya ditunjuk sebagai KAPOLRI yang disahkan oleh DPR sebagai Kapolri Menggantikan Sutarman, tapi pelantikannya ditunda oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Ia tidak sampai 2010 bahwa Budi Waseso meraih perhatian nasional setelah ia ditangkap kemudian Kapolri detektif Komisaris. Jenderal Susno Duadji, yang dinyatakan sebagai tersangka korupsi oleh polisi, setelah persaingan melawan maka Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Sebagai kepala divisi keamanan internal Kepolisian Nasional, Budi bergegas untuk menangkap Susno di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Banten setelah upaya terakhir untuk terbang ke Singapura untuk kunjungan singkat.

Upaya oleh Budi dan beberapa petugas lainnya untuk membujuk Susno untuk menyerahkan diri secara damai telah dicatat oleh beberapa stasiun televisi. Setelah sekitar satu jam negosiasi, Susno akhirnya setuju untuk ditangkap namun dengan syarat ia tidak akan diborgol.

Banyak memuji keberanian yang ditampilkan oleh Budi, yang saat itu tiga peringkat di bawah Susno sebagai Kombes. petugas.

Pada 2012, Budi dipromosikan menjadi bintang satu umum dan ditugaskan untuk peran kepala polisi Gorontalo, sebuah provinsi terpencil di timur negara itu sekitar penerbangan 5 jam dari Jakarta.

Baca Juga :   Terbongkarnya Sabu Seberat 840 Kg di Jakarta Barat

Tapi tur tiga tahun rutin tugasnya ada dipotong pendek pada tahun 2013 di tengah-tengah investigasi yang sedang berlangsung ke dalam sebuah kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan banyak kepala agensinya.

Kemudian Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengangkat peringkat Budi untuk dua bintang-umum tetapi menggerakkannya untuk melayani sebagai dosen kepala di kepolisian Sekolah Staf dan Komando (Sespim), yang berada di bawah naungan pendidikan Polri dan kepala divisi pelatihan Budi Gunawan.

Penghapusan memicu spekulasi bahwa Polri bertujuan untuk menghentikan penyelidikannya dugaan penyelewengan dalam distribusi gratis, sembako di provinsi ini.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengungkapkan bahwa Rusli kemudian mengirim surat ke Timur, mendesak pemecatan Budi.

Budi mengatakan pada saat itu bahwa ada plot untuk menghapus dia dari pos. “Mereka sedang merencanakan untuk menghapus saya dari Gorontalo tetapi, tentu saja, pimpinan polisi tidak akan mudah terombang-ambing oleh hal ini,” katanya.

Rusli juga dibantu oleh pembicara Gorontalo DPRD Rustam Akili, untuk menggalang dukungan politik untuk menggulingkan Budi dari jabatannya.

Tak lama setelah menjabat sebagai dosen kepala, Budi Gunawan dipromosikan Budi Waseso pada tahun 2013 sebagai kepala pendidikan dan pelatihan bagi perwira tinggi.

Sebagai orang kepercayaan Budi Gunawan, Budi Waseso diangkat sebagai Kapolri divisi detektif, Senin, menggantikan Komisaris. Jenderal Suhardi Alius, yang bersama dengan Kepala Polri Jenderal Sutarman menepis yang berspekulasi telah memberikan bukti kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kaitannya dengan dugaan kejahatan Budi Gunawan.

Meskipun Suhardi dan Budi Waseso berasal dari 1.985 polisi kelas akademi, mereka dikenal memiliki persaingan yang kuat.

Rate this post

Pencarian :

budi waseso~,

Related posts