Lengkap Sudah DKI Jakarta, Gubernur dan Wakilnya

  • Whatsapp

Rabu(17/12/2014)Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Djarot Saiful Hidayat resmi menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah dilantik oleh Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama di Balai Kota.

Wakil Gubernur kursi di Jakarta telah kosong selama sekitar sebulan setelah Ahok meninggalkan posisi bulan Oktober saat ia menggantikan Joko “Jokowi” Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta, setelah pelantikan Jokowi sebagai presiden ketujuh negara itu pada 20 Oktober tahun ini. Kedua Ahok dan Djarot akan menjadi pemimpin Jakarta sampai Oktober 2017. Jokowi dan Ahok yang dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur pada Oktober 2012.

Djarot, seorang anggota DPR, bukan pilihan pertama Ahok untuk posisi itu. Dia berulang kali bernama resmi senior kota Sarwo Handayani sebagai calon favoritnya. Namun, setelah pertemuan dengan PDI-P Megawati Soekarnoputri ketua, Ahok, yang kini tidak memiliki afiliasi politik, kemudian memilih Djarot.

Djarot diketahui telah sangat menentang pembangunan mal dan minimarket selama masa jabatannya sebagai walikota Blitar dari tahun 2000 sampai 2010. Djarot juga terkenal karena telah mereformasi birokrasi pemerintahan kota Blitar.

Penunjukan Djarot yang telah disetujui oleh Presiden Jokowi melalui Keppres (Keppres) No.144 / P 2014, yang ditandatangani pada 15 Desember Selama pelantikan, yang berusia 52 tahun itu didampingi istri 47 tahun lamanya Selamat Farida dan putri 13 tahun Safira Prameswari, 11 tahun Karunia Dwihapsa Paramasari dan 8 tahun Meisya Rizki.

Berbicara kepada wartawan setelah pelantikannya, Djarot mengatakan bahwa sebagai wakil gubernur yang akan bertanggung jawab terjadi blusukan (dadakan kunjungan), merek dagang dari Jokowi sebagai gubernur.

“Aku akan pergi blusukan ke kelurahan. Aku tidak akan kunjungi, tapi saya akan melakukan dialog dan diskusi dengan warga, “kata Djarot.

Baca Juga :   Jokowi perintah polisi untuk menyelidiki serangan terhadap gereja Samarinda

Djarot mengatakan bahwa ia bermaksud untuk memperbaiki kehidupan warga Jakarta dengan memenuhi kebutuhan dasar mereka. “Saya ingin memastikan bahwa perut mereka, otak dan dompet penuh,” kata Djarot.

Dalam jangka panjang, ia mengatakan bahwa ia juga akan membantu pengusaha mikro dan kecil dengan merevitalisasi pasar tradisional dan membatasi jumlah minimarket di Jakarta, strategi yang sama dengan yang ia gunakan di Blitar.

Puluhan pejabat kota, anggota dewan dan tokoh masyarakat menghadiri peresmian, termasuk PDI-P Megawati Soekarnoputri dan Ketua Dewan Kota speaker Prasetyo Edi Marsudi.

Ahok mengatakan bahwa ia senang akhirnya memiliki wakil setelah hampir satu bulan menjadi “single”. Dia mengatakan bahwa dia memilih Djarot karena yang terakhir ini terbukti memiliki karakter yang baik, bahkan setelah 10 tahun berkuasa sebagai walikota Blitar.

“Cara yang paling efektif untuk menguji karakter seseorang adalah untuk memberinya kekuasaan. Saya mengagumi Pak Djarot karena ia memiliki kekuatan lebih dari 10 tahun [sebagai walikota Blitar], tapi dia terbukti memiliki integritas dan kejujuran. Pak Djarot memiliki karakter yang baik, “katanya.

Rate this post

Related posts