Penyair Sitor Situmorang Meninggal di Usia 91

  • Whatsapp

Sitor Situmorang, salah satu penyair paling menonjol di Indonesia, meninggal pada Sabtu malam waktu setempat di Belanda, pada usia 91.

“Saya diberitahu oleh keluarganya pagi ini. Berat badannya turun menjadi hanya 37 kilogram, “sejarawan JJ Rizal mengatakan pada hari Minggu, seperti dikutip portal berita Tempo.co.

Tubuh Sitor saat ini di kediaman istrinya di Apeldoorn, Belanda, menurut JJ Rizal, yang mengatakan penulis telah meninggal karena sebab alamiah.

“Sitor adalah satu-satunya penulis Angkatan ’45 yang masih produktif menulis pada usia 85,” tambahnya.

Lahir di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sitor memulai karirnya sebagai wartawan di surat kabar harian Indonesia Suara Nasional (1945-1946) dan Waspada (1947). Dia kemudian berkelana ke menulis buku-buku sastra dan menerima beberapa penghargaan untuk beberapa karyanya, termasuk “Pertempuran Dan Salju di Paris,” (“Perjuangan dan Salju di Paris,” 1956), kumpulan cerita pendek.

Sitor adalah seorang anggota terkemuka dari Institute for Culture Rakyat (LEKRA), yang terkait erat dengan mantan presiden Indonesia Soekarno. Dia dipenjarakan pada tahun 1965 menyusul maraknya Jenderal Suharto dan tidak dirilis sampai tahun 1976. Dia tidak pernah diadili.

Rate this post
Baca Juga :   Jadwal-jadwal Pertandingan Bola 25-27 November 2014

Related posts