Pilot Garuda Ancam Mogok, Apa Alasannya

  • Whatsapp

Menjelang lebaran ini, kita mendengar berita tentang rencana pemogokan yang akan dilakukan oleh karyawan PT Garuda Indonesia. Rencana ini, bagaimanapun menjadi pembicaraan hangat para pengguna sarana transportasi udara ini, terutama mereka yang telah memesan tiket jauh hari sebelumnya.

Rencana mogok ini digagas oleh Asosiasi Pilot Garuda dan Serikat Karyawan Garuda (Sekarga).
Menurut presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia, meskipun berencana mogok, mereka tetap akan memperhatikan musim mudik serta arus balik lebaran 2018.

Menurut Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia, Kapten bintang Handono, pihaknya memberikan batas waktu 30 hari kepada perusahaan serta pemerintah untuk menampung masukan dari mereka. Tenggat waktu ini dihitung pada hari konferensi pers terakhir dilakukan pada 2 mei yang lalu.

Mereka, menurutnya belum meberikan kepastian tanggal mogok kerja yang dihitung 30 hari kerja sejak 2 mei tersebut hingga 19 juni.

Pada tanggal 19 juni tersebut, pihaknya baru akan membertimbangkan langkah yang akan diambil. Ini setelah mereka mendapatkan keputusan dari korporasi dan pemerintah atas aspirasi yang telah disampaikan.

Menurutnya, pihak asosiasi pilot dan karyawan akan memberitahu kepada publik mengenai rencana mogok 7 hari sebelum dilaksanakan.

Menurut dia, karyawan masih menunggu hasil mediasi oleh Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Pihaknya menuntut adanya perombakan direksi PT Garuda Indonesia yang dianggap kurang kompeten menjalankan perusahaan.

Menurut Ketua Umum Sekarga, Ahmad Irfan Nasution, alasan untuk mogok kali ini dipicu karena mediasi antara karyawan dengan pihak direksi selalu gagal sebelumnya. Padahal, mediasi ini dipandang penting karena perusahaan telah mengalami kerugian sebesar 213,4 juta USD atau 2,88 triliun tahun lalu. Kerugian ini dianggap karena pihak direksi gagal dalam mengelola perusahaan.

Baca Juga :   Angin Segar Bagi Para Guru,Rencana Adanya Gaji Standar

Menurut Pahala N. Mansury, Direktur Utama GIA, masalah penggantian direksi menjadi kewenangan kementrian BUMN besrta para pemegang sahamnya.

Bagi pihak PT Angkasa Pura (AP) II, pihaknya berharap supaya pemogokan kerja dibatalkan karena pemogiokan ini dipastikan akan membuat para penumpang terlantar.
Bagi Angkasa Pura, segmen konsumen Garuda ini banyak, jadi, jika penumpang telantar, jumlahnya akan banyak juga.

Sementara itu, pihak YLKI juga menolak rencana mogok yang akan dilakukan para karyawan Garuda. Menurut mereka, Penumpang berhak mendapatkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman. Mereka berharap pihak karyawan melakukan dialog yang komprehensif dengan pihak korporat dan pemerintah.

Beruntung bagi para penumpang, tampaknya pihak APG serta Sekarga berkomitmen tidak akan melaksanakan mogok saat puncak lebaran.

Direktur Utama PT GIA Pahala N. Mansury menyatakan apresiasinya atas komitmen tersebut.

Ia menyampaiakan bahwa pihaknya memastikan bahwa pelayanan penerbangan tetap berlangsung normal. Selain itu, pihak manajemen serta seluruh karyawan tetap akan mengamankan operasional penerbangan saat peak season lebaran tahun ini.

Pahala juga menyatakan bahwa pihaknya selalu membuka pintu komunikasi dengan para karyawan. Bahkan, ia mengklaim bahwa 90% tuntutan karyawan telah dipenuhi.

Ia juga mengapresiasi peran Kementrian Kemaritiman dalam mediasi. Ia juga berharap bahwa hubungan industrial antara direksi dengan karyawan bisa diselaraskan melalui dialog.

Menurutnya, upaya untuk meningkatkan kinerja perusahaan memerlukan semangat kebersamaan. Sehingga,

kami berharap komitmen untuk memperbaiki kinerja ini bisa terus kita upayakan bersama termasuk dengan rekan APG dan Sekarga,”

Rate this post

Related posts