Polisi menangkap enam militan Batam, termasuk pemimpin yang berencana untuk menyerang Singapura

  • Whatsapp

Polisi Indonesia menangkap enam tersangka militan dari sebuah sel teror di Batam, Kepulauan Riau, termasuk pemimpin kelompok yang diyakini telah memiliki rencana untuk menyerang Singapura.

Kelompok, yang polisi telah diidentifikasi hanya sebagai KGR @ Katibah GR dituduh mempunyai dua orang Uighur, juru bicara Kepolisian Nasional Boy Rafli Amar mengatakan dalam pesan teks.

Ali, salah satu warga Uighur, telah dikaitkan dengan pelaku bom bunuh diri yang mencoba untuk menyerang kantor polisi di kota Solo di Jawa Tengah pada tanggal 5 Juli.

Pembom, Nur Rohman, lokal berusia tahun 30- dari desa Sangkrah di Solo, telah diambil Ali dari Batam ke Bogor dan kemudian ke Bekasi, baik di Jawa Barat, di mana ia pergi dengan seorang militan Indonesia bernama Arif Hidayatullah, alias Abu Musab, kata Boy.

Kedua Uighur, yang diidentifikasi sebagai Doni, sejak itu telah dideportasi.

Boy mengatakan bahwa pemimpin kelompok itu, Gigih Rahmat Dewa, 31, dan Bahrun Naim, seorang militan Indonesia diyakini telah berjuang bersama Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) kelompok militan, “sebelumnya direncanakan untuk meluncurkan roket dari Batam ke Marina Bay Singapore “. Dia tidak memberikan rincian.

Gigih diduga telah menerima dan menyalurkan dana untuk kegiatan radikal bersumber dari Bahrun, tambahnya.

Dia juga membantu untuk memfasilitasi Muslim “saudara” Indonesia untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk melawan ISIS. Perjalanan akan melalui Turki, dengan bantuan dari Indonesia di Turki, Boy mengatakan

Rate this post
Baca Juga :   Waspada Banjir di 7 kecamatan Jakarta Selatan dan Timur

Related posts