populasi gajah di Sumatera menyusut secara dramatis

  • Whatsapp

Populasi gajah Sumatera telah anjlok dalam sembilan tahun terakhir terutama disebabkan oleh konversi kawasan hutan menjadi perkebunan dan pemukiman, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia telah mengumumkan.

Menurut data WWF, populasi spesies yang terancam punah menyusut drastis menjadi sekitar 1.700 saat ini dari sekitar 2.700 gajah pada tahun 2007.

Sunarto dari WWF Indonesia mengatakan lanskap Sumatera berubah dengan cepat. Daerah yang awalnya dinyatakan sebagai kawasan konservasi yang sebenarnya dikonversi menjadi perkebunan, memaksa mamalia darat terbesar untuk masuk desa dan lahan pertanian, jelasnya.

“Bahkan satwa liar cadangan Balai Raja [di Riau] ditanam dengan kelapa sawit. Ukuran kawasan konservasi kini hanya sekitar 150 hektar, dari total luas 18.000 hektar, “katanya di Jakarta, Kamis.

Sunarto menambahkan bahwa banyak dari gajah memasuki desa keracunan karena mereka dianggap parasit yang menghancurkan lahan pertanian. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, gajah sering terancam oleh perburuan.

Dia, oleh karena itu, meminta semua elemen masyarakat untuk mengintensifkan upaya untuk melindungi gajah dan habitatnya. “Habitat mereka yang ada perlu dilestarikan,” kata Sunarto.

Rate this post
Baca Juga :   Revisi BPS Untuk PDB 2014

Related posts