Rantai Pasokan Pangan Global Perlu Kembali Normal Jokowi di KTT G7

  • Whatsapp

Rantai Pasokan Pangan Global Perlu Kembali Normal Jokowi di KTT G7

 

Presiden Joko “Jokowi” Widodo baru-baru ini mendesak dukungan para pemimpin G7 untuk mengintegrasikan kembali gandum Ukraina, serta ekspor makanan dan pupuk Rusia ke dalam rantai pasokan global dalam upaya untuk mengatasi krisis pangan yang didorong oleh perang.

Jokowi pada hari Senin menghadiri KTT G7 di Elmau, Jerman, dengan krisis pangan yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina menjadi agenda utama.

“Presiden mengatakan bahwa kita harus bertindak cepat untuk menemukan solusi konkrit. Produksi pangan harus digenjot. Rantai pasokan pangan dan pupuk global harus kembali normal,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers.

“[Jokowi] juga menekankan pentingnya mengkomunikasikan kepada dunia bahwa makanan dan pupuk Rusia tidak dikenakan sanksi,” tambah Retno.

Presiden meminta komunikasi intensif agar tidak ada keraguan berkepanjangan di kalangan masyarakat internasional. Komunikasi intensif juga perlu dilakukan dengan pihak-pihak terkait antara lain perbankan, asuransi, dan industri perkapalan.

Presiden memperingatkan bahwa krisis pangan dapat mendorong orang-orang dari negara-negara berkembang ke dalam kelaparan dan kemiskinan ekstrim. Sebanyak 323 juta orang berisiko menghadapi kerawanan pangan akut, menurut Program Pangan Dunia.

“Presiden juga [mengatakan pada pertemuan puncak] bahwa dampak perang terhadap rantai pasokan pangan dan pupuk global itu nyata. Untuk pupuk, itu dapat menyebabkan krisis beras yang dapat mempengaruhi dua miliar orang, terutama di negara-negara berkembang,” kata Retno. .

Di sela-sela acara, Jokowi melakukan sembilan pertemuan bilateral dengan para pemimpin lainnya, antara lain Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

“Sebagian besar pertemuan bilateral ini membahas perang di Ukraina dan dampaknya terhadap rantai pasokan pangan global,” kata Retno

5/5 - (1 vote)
Baca Juga :   FIFA Tidak Akan Membuka Kembali Piala Dunia 2018 dan 2022

Related posts