Revisi BPS Untuk PDB 2014

  • Whatsapp

Dalam upaya untuk memberikan gambaran yang lebih baik dari kondisi ekonomi negara saat ini , Badan Pusat Statistik (BPS) akan berpatokan pada tahun 2010 sebagai dasar untuk perhitungan produk domestik bruto (PDB).

Perubahan dasar perhitungan mengikuti rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang telah menyarankan bahwa lembaga statistik di 189 negara menerapkan Sistem Neraca Nasional 2008 (SNA2008).

Sistem Neraca Nasional 2008 (SNA2008) akan dilaksanakan melalui kerangka yang disebut “Penyediaan dan Pemanfaatan Tabel (SUT)”,Suharyanto sebagai wakil kepala BPS ” harus ada keseimbangan dan statistik analisis dia menyatakanya pada konferensi pers di Jakarta.

Perubahan ini juga didasarkan pada transformasi di Indonesia signifikan ekonomi dalam 10 tahun terakhir yang disebabkan oleh pengaruh global, serta tujuan BPS untuk menjaga konsistensi antara berbagai pendekatan terhadap PDB.

Suharyanto mengatakan standar baru perhitungan akan meningkatkan atau menurunkan PDB ketika BPS mengumumkan 2014 PDB pada bulan Februari tahun depan.

“Perhitungan baru akan mempengaruhi PDB, apakah akan menambah atau mengurangi dari Rp 9.800 triliun saat ini [US $ 804.700.000.000]. Namun, saya tidak dapat melaporkan sekarang tentang jumlah, karena kita perlu menghitung dulu, “katanya.

Suharyanto mengatakan BPS akan menghitung ulang seluruh 2014 PDB, termasuk laporan kuartal keempat mendatang, berdasarkan statistik dari 2010.

Berdasarkan statistik 2010, Suharyanto mengatakan, PDB diperkirakan akan meningkat sekitar 6.47 persen.

Sebagai perbandingan, Malaysia dan Singapura mencatat kenaikan PDB sebesar 3,2 persen dan 1,3 persen, masing-masing, setelah mereka dihitung ulang PDB mereka menggunakan standar internasional yang baru.

“Peningkatan dari negara-negara maju cenderung lebih kecil karena mereka memiliki dasar yang lebih besar untuk PDB,” kata Direktur BPS pengeluaran keseimbangan, Sri Soelistyowati.

Baca Juga :   Jokowi mengunjungi mantan Presiden BJ Habibie

Suharyanto menambahkan bahwa standar baru akan mengubah berbagai indikator ekonomi makro, seperti pajak, utang dan rasio investasi, serta current account dan pertumbuhan ekonomi.

Jumlah sektor usaha juga akan meningkat dari saat ini sembilan sampai 17, katanya.

“Perhitungan baru akan menggeser segmen negara berdasarkan pendapatan per kapita. PDB juga akan lebih dibandingkan di tingkat internasional, “katanya.

Suharyanto mengatakan PBB telah memberikan kebebasan kepada setiap lembaga statistik untuk memilih tahun untuk digunakan sebagai dasar untuk perhitungan mereka, baik untuk perhitungan lima tahun atau 10 tahun.

BPS memilih perhitungan 10-tahun karena temuannya perekonomian Indonesia cukup stabil pada tahun 2010, katanya.

“Alasan lain adalah untuk memberikan hasil PDB baru untuk pemerintahan baru, yang saat ini sedang mempersiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional [RPJMN],” katanya.

Rate this post

Related posts