Rupiah Masih Aman Untuk Saat Ini

  • Whatsapp

Nilai tukar rupiah akhir-akhir ini semakin membuat lemas kita semua, pasalnya dalam waktu bersamaan, ekonomi juga tak kunjung bergerak, bahkan menjauh dari harapan. Lantaran rupiah ambruk, Kekwatiran ini juga membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan strategi dengan melakukan uji ketahanan (stress test) bersama sejumlah bank. OJK tidak ingin krisis saat ini mengulang krisis yang pernah terjadi di tahun 1997/1998 terulang.

Dengan melakukan uji ketahan di berberapa Bank hasilnya daya tahan perbankan kita masih dalam aman menghadapi gejolak nilai tukar, bahkan hingga rupiah di level Rp 14.000 per dollar Amerika Serikat. “Mereka masih tahan lantaran rasio kecukupan modal mereka besar,” ungkap Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, seperti dilansir Media Cetak/digital terkemuka,Rabu (13/8/2015).

Hingga paruh pertama tahun 2015 ini, rasio kecukupan modal perbankan atau capital adequacy ratio atau CAR sebesar 20,28 persen, jauh di atas ketentuan minimum 8 persen.

Sementara, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dalam hitungan nett hanya 1,25 persen dan NPL gross 2,45 persen. Dengan performa itu pula, Muliaman yakin, daya tahan bank-bank jauh lebih bagus ketimbang 1998.

Meski begitu, tak seluruh bank lolos uji ketahanan. Muliaman bilang, ada empat bank kecil yang masuk bank umum kegiatan usaha (BUKU) I akan terpapar dengan pelemahan rupiah. Makanya, OJK minta empat bank itu menambah modal, lantaran CAR tergerus dan NPL melesat di level 5 persen.

Meski hasil uji ketahanan bagus, bank-bank besar mengaku waspada dengan gejolak nilai tukar. Mereka khawatir efek pelemahan rupiah akan melorotkan kemampuan debitur membayar utang. Efeknya, kredit macet melesat. Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Haru Koesmahargyo bilang, stress test internal menunjukkan, NPL BRI berpotensi naik ke 3,6 persen dari saat ini 2,33 persen. Adapun CAR BRI yang kini 20,41% akan tergerus menjadi 16 persen.

Rate this post
Baca Juga :   Internet Korea Utara Runtuh

Related posts