Soal FUP di IndiHome

  • Whatsapp

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mulai 1 Februari 2016 menerapkan skema Fair Usage Policy (FUP) bagi pelanggan Triple Play IndiHome.

IndiHome adalah layanan yang bertopang pada infrastruktur Fiber To The Home (FTTH) agar pengguna mampu menawarkan kecepatan akses internet hingga 100 Mbps, konten UseeTV yang sudah didukung gambar High Definition (HD), dan gratis telepon dalam menit tertentu untuk jangkauan lokal atau interlokal. (Baca juga: Layanan IndiHome)

Telkom membagi paket FUP mulai 10 Mbps hingga 100 Mbps. Simulasinya. Jika pengguna IndiHome dengan paket 10 Mbps maka kecepatannya hanya mencapai 75% dari 10 Mbps jika menggunakan kuota internet lebih dari batas Fair Usage sebesar 300 GB. Seandainya telah mencapai kuota internet melebihi 400 GB maka akan mendapatkan kecepatan 40% dari 10 Mbps. (Baca juga: Produk IndiHome)

Baca juga :

Skema FUP, Cara Operator Melindungi Pelanggan

Catat! Telkom IndiHome akan Pikat Empat Juta Pelanggan

Telkom IndiHome Siap Sambut Netflix di Indonesia
Direktur Consumer Telkom Dian Rachmawan menjelaskan, FUP adalah skema yang lumrah diterapkan penyedia jasa internet untuk melindungi pelanggannya.

“FUP merupakan kebijakan pemakaian yang melindungi pengguna yang wajar (normal user) dari pemanfaatan pemakaian berlebihan (tidak wajar) oleh pengguna berat (heavy user). Negara-negara lain seperti Amerika, Jepang, dan Malaysia, serta di operator di Indonesia telah menerapkan FUP,” tegasnya kepada IndoTelko, Senin (1/2), pagi.

Dijelaskannya, konsep FUP muncul karena adanya perilaku dari Heavy user yang menyalahgunakan fasilitas unlimited yang diberikan untuk bisnis warnet atau download film/games bajakan sehingga pemakaian mereka menjadi tidak wajar dan berakibat mengganggu rasa keadilan bagi pengguna lain yang membayar dengan tarif sama.

Baca Juga :   Oh Kemarau di Negeriku

“Bahkan ada juga pelanggan yang menjual kembali layanan Internet ke tetangga-tetangganya,” ungkapnya.

Leluasa
Menurutnya, FUP yang disediakan Telkom melalui IndiHome sudah sangat leluasa untuk pemakaian rumah tangga.

Sebagai contoh untuk layanan 10 Mbps, IndiHome memberikan fair usage 300 GB atau setara untuk menikmati film kualitas SD selama 1800 jam atau kurang lebih 1200 film. Setelah itu kecepatan akses masih cukup bagus pada 7.5 Mbps.

“Dari hasil trial yang dilakukan, tidak ada pelanggan yang komplain karena terkena FUP. Kalau ada yang komplain, ternyata yang melakukan resell seperti warnet dan mini operator tanpa lisensi. Kalau penggunaan wajar, tidak perlu khawatir dengan batasan FUP ini karena sangat longgar dan hampir tidak pernah melampaui batasan FUP tersebut,” ujar Dian menebar senyum ramahnya.

Ditambahkannya, kebijakan FUP juga tidak memasung pelanggan mengakses streaming Video melalui internet. Streaming berbayar Video On Demand seperti iFlix, CatchPlay dan HOOQ disamping free streaming seperti YouTube akan berada pada platform Video UseeTV, dan menjadi partner content yang memperkaya UseeTV Indihome.

“Kalau untuk streaming kita akan mewadahinya dalam platform Video OTT (Over-The-Top), sehingga sama sekali tidak akan menggunakan batasan FUP pelanggan. Saat ini Telkom sedang mengembangkan platform hybrid OTT disamping eksisting IPTV. Layanan ini direncanakan akan diimplementasikan pada semester kedua tahun 2016,” tegasnya.(id)

Rate this post

Related posts