Virus Zika

  • Whatsapp

Serangan virus zika konon sulit dibedakan dengan infeksi yang lebih umum terjadi, sehingga bukan menjadi perhatian utama. Namun dengan makin bertambahnya laporan jumlah pasien dan pola persebarannya, bisakah kita berdiam diri?

Setidaknya, untuk mengetahui apakah seseorang terkena virus zika atau tidak, hal ini bisa dilihat dari gejala fisiknya. Salah seorang wanita asal Rio de Janeiro, Brazil bernama Jade Miranda baru tahu dirinya terkena serangan virus zika di penghujung Oktober lalu.

Saat itu, ruam mulai memenuhi wajah, leher dan dadanya. “Lalu saya mulai merasakan sensasi seperti demam, tapi tidak panas. Mata saya juga iritasi, kemudian ada kelelahan yang teramat sangat,” kisahnya kepada ABC News dan dikutip Senin (1/2/2016).

Bahkan dalam kurun sepekan, Jade juga mengalami demam ringan dan nyeri di sendi maupun otot. Kondisi ini juga dibarengi dengan ketidakmampuan Jade untuk menggerakkan tangan dengan baik. Kakinya pun terasa lemas.

Karena merasa gejalanya tidak biasa, wanita berusia 21 tahun ini pun memutuskan pergi ke dokter dengan diantar kedua orang tuanya. Ia mendapatkan diagnosis infeksi virus zika dari kunjungan tersebut, meski sebetulnya ia tidak sedang berbadan dua. “Tetapi setelah sepekan itu, saya hampir tidak merasakan apapun,” imbuhnya.

Jade mengaku mendengar ada wabah virus zika yang dapat dibawa oleh Aedes argypti atau nyamuk penyebab DBD. Akan tetapi ia berasumsi, ‘pertahanan tubuhnya’ menjadi bobol karena Jade sering lupa menggunakan pengusir nyamuk.

“Kalaupun ingat, daya tahannya hanya beberapa jam saja, dan di tempat tinggal saya ataupun lingkungan belajar saya juga banyak sekali nyamuk,” urainya.

Keterangan senada juga diutarakan wanita asal Houston, AS bernama Lizzie Morales. Ia terinfeksi virus Zika ketika berkunjung ke El Salvador untuk menemui keluarganya di hari Natal.

Baca Juga :   Lindungi Kepiting dan Lobster Dari Kepunahan

Menurut Lizzi, tubuhnya terasa sangat lelah. Di sekujur tubuhnya juga muncul ruam-ruam besar yang tak kunjung hilang hingga sepekan lamanya. “Anda bahkan tak punya daya untuk duduk. Maunya hanya berbaring dan tidur,” katanya kepada salah satu channel ABC News, KTRK-TV.

Lizzi menambahkan, beberapa hari kemudian, muncul ruam-ruam serius di tubuh dan juga dada serta wajah. Tak hanya itu, mata dan telinga Lizzi juga muncul benjolan-benjolan. Namun begitu gejala-gejala itu mulai hilang, barulah ia mulai merasakan mual.

Setelah Amerika Tengah dan Selatan, Amerika Serikat juga mengalami kenaikan jumlah pasien yang didiagnosis terserang virus zika. Dari kabar terbaru, 36 orang AS dipastikan terserang infeksi virus zika, dengan empat orang di antaranya adalah ibu hamil: dua orang berasal dari Illinois, satu dari Washington DC dan satu lagi di New York.

Secara umum, korban virus zika di AS sendiri tersebar di 11 negara bagian, dan kesemuanya tertular virus saat berada di luar negeri, terutama di negara-negara Amerika Latin.(lll/vit)

sumber detik.com

Rate this post

Related posts