Waspada Banjir di 7 kecamatan Jakarta Selatan dan Timur

  • Whatsapp

Sejumlah wilayah di Utara, Selatan dan Jakarta Timur mengalami yang terburuk dari banjir, yang seharusnya dimulai pada bulan Januari bukan November.

Banjir menggenangi wilayah rawan banjir di Jakarta Kamis pagi setelah hujan lebat di daerah hulu Bogor dan Depok, Jawa Barat, sehari sebelumnya.

Banjir pada kedalaman hingga 50 sentimeter menggenangi Jl sibuk. Gunung Sahari, Jakarta Utara serta Kampung Melayu di Jakarta Timur yang menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah.

Sejumlah kendaraan terjebak dan terpaksa mengubah rute.

Para pejabat telah menginformasikan bahwa curah hujan turun lebih awal yang intensitasnya cukup tinggi sehingga harus waspada akan banjir.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Jakarta (BPBD), ada tujuh kecamatan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan yang dikenal sebagai daerah rawan banjir; mereka Pangadegan, Rawa Jati, Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Cililitan, di mana lebih dari 20 RW (RW) yang terkena banjir dari berbagai kedalaman mulai dari 30 sentimeter hingga 400 cm.

Lebih dari 20.000 orang yang tinggal di daerah-daerah yang terpengaruh, tetapi hanya sebagian kecil dari mereka dievakuasi ke tempat penampungan sementara.

Juru bicara BPBD Bambang Surya Putra menunjukkan bahwa lebih dari 1.000 orang telah dievakuasi ke 13 tempat penampungan sementara yang didirikan di dekat daerah banjir pada Kamis sore.

Angka ini, bagaimanapun, diyakini telah meningkat sebagai penduduk lebih sudah mulai meninggalkan rumah banjir rusak mereka.

Bupati Jatinegara Syofian Taher menyebutkan bahwa lebih dari 700 warganya yang tinggal di Kampung Pulo dipindahkan ke tempat penampungan sementara.

Otoritas setempat juga telah menyalurkan bantuan dan makanan untuk para pengungsi.

Sementara itu, Kepolisian Jakarta Selatan telah menetapkan pos polisi sementara di dekat wilayah pemukiman banjir dalam upaya untuk meminimalkan potensi kejahatan sementara rumah dibiarkan kosong. “Kami telah menetapkan pos polisi di Bukit Duri dan Pancoran Kalibata,” Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar juru bicara. Kata Aswin.

Baca Juga :   Angkatan Udara mengusir pesawat militer asing dari Natuna wilayah udara

Secara terpisah, Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama mengatakan bahwa ia erat akan memantau situasi banjir terbaru.

Gubernur yang baru dilantik menunjukkan bahwa lebih dari 600 RW di ibukota yang rawan banjir. “Daerah-daerah tersebut mungkin akan mendapatkan ketika ada hujan badai yang berat.”

Ahok juga menegaskan bahwa ia akan memimpin pertemuan dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk membahas upaya mitigasi segera.

Dia juga meminta otoritas terkait untuk memotong pita merah untuk mempercepat upaya mitigasi banjir, termasuk dengan scrapping penawaran untuk membeli bahan bakar untuk mesin pompa air. “Kami akan menyalurkan dana untuk petugas pompa sehingga mereka dapat langsung membeli bahan bakar bila diperlukan.”

Ahok juga menyalahkan kurangnya koordinasi antar instansi yang berwenang untuk memperburuk upaya mitigasi banjir. “Semua lembaga dan unit kerja benar-benar tahu apa yang harus mereka lakukan ketika banjir datang. Tapi mereka tidak dikelola dengan baik dan terkoordinasi. “

Rate this post

Related posts